Perkenalkan dirimu pada dunia dengan tulisanmu

Selasa, 06 November 2012

NENEKKU PAHLAWANKU

Nenekku pahlawanku Di sebuah desa yang terpencil tinggallah 4 anak kecil dengan seorang neneknya yang berusia sekitar 50 tahun , anak kecil itu berusia 3 tahun 5 tahun, 7 tahun, dan 8 tahun .. ibu dari ke4 anak tersebut meninggal dunia saat melahirkan anak yang ke 4 sedangkan ayahnya tak tau entah kemana. “Nak, kamu belajar yang rajin ya,, biar bisa menjadi orang yang berguna “ kata neneknya kepada anak yang berusia 8 tahun bernama zakiiy . ia anak yang paling rajin diantara adik adiknya ia selalu mendapat peringkat pertama di kelasnya dan saat ini ia sedang duduk di kelas 3 sd, ia selalu membantu neneknya berjualan es lilin yang di titipkan di toko – toko dan kantin sekolahannya, selain itu neneknya juga mempunyai keahlian memijat. Dan untungnya ke 3 anak tersebut masi bisa bersekolah meskipun hasilnya pas pasan dan kadang juga zakiy mendapat beasiswa jadi bisa sedikit meringankan beban neneknya. Suatu hari aisya adik zakiy ingin membeli tas yang baru karena selama ini aisyah memakai tas dari kain karung yang di buatkan neneknya, aisyah merasa minder dengan teman-temannya, akhirnya terpaksa neneknya berhutang kepada tetangganya. Tiap hari neneknya selalu memberi pelajaran pada cucu-cucunya agar menjadi manusia yang bersyukur karena telah diberi kenikmatan oleh Allah berupa kesehatan meskipun kenyataannya mereka sering terhimpit kesusahan tapi berkat kasabaran himpitan itu cepat dpat teratasi. Tiap hari 4 anak tersebut sarapan lauk tahu kadang tempe, 1 piring untuk ber4 dan neneknya makan setelah pulang mencari nafkah hari minggu dimana para anak – anak tang berusia seperti zakiy dan ahmad untuk berlibur melihat acara acara film kartun di TV, hari untuk berlibur itu tidak di rasakan oleh zaki dan ahmad karena Hari minggu adalah hari yang melelahkan bagi zakiy dan adiknya yang selisih satu tahun yaitu ahmad, mereka berjuang mencari nafkah dengan neneknya, kedua anak tersebut bekerja menyemir sepatu di pinggir jalan, dan neneknya menjual kopi yang di tawarkan di jalan. “Rumah kamu dimana dek“ Tanya seorang mahasiswa memakai jas almamater yang sejak tadi memperhatikan zakiy yang sedang kelelahan. “di belakang mall kak” jawab zakiy dengan nada yang lemas “boleh kakak maen” Zakiy tidak menjawab dan hanya tersenyum “ini adiknya ya ?” tanya seorang mahasiswa ketika adiknya menghampiri zakiy “Iya kak ini amhad, adikku.. ka kayo kerumah katanya pgn maen” “yuk” “Tapi rumahku jelek loh kak” “Ah ndak jadi masalah” Beberapa manit, mahasiswa tersebut sampai di rumah ahmad dan kebetulan di rumah ada neneknya yang sedang mencuci baju setelah zaky memperkenalkan kepada neneknya, mahasiswa itu berbincang-bincang kepada neneknya, mahasiswa itu bertanya tentang kehidupannya, mungkin itu tugas d`ri dosennya yang sedang ia kerjakan. Neneknyapun menceritakan apa yang dialami di hidupnya. Perbincangan telah usai mahasiswa tersebut memberi sedikit uang kepada neneknya sebagai ucapan terimakasih karena sudah memberikan waktu untuknya. Neneknya senang atas kehadirannya bukan karena uang itu tapi secara tidak langsung nenek itu bisa berbagi cerita tentang apa yang dialami di hidupnya. Dari kedantangan mahasiswa itu zakiy mulai bisa menerawang mimpinya. Ia ingin bisa menjadi kakak yang telah datang ke rumahnya meskipun zakiy belum mengerti tentang kakak itu sekolah dimana dan kelas berapa, dalam benaknya kakak itu adalah orang yang hebat. Dan zakiy ingin menjadi orang yang hebat. Mulai saat itu zaky mulai semangat belajar. 5 tahun kemudian. Nenek berusia 55 tahun. Zakiy berumur 13 tahun ia sudah duduk di kelas 2 smp. Ahmad kelas 1 smp, aisyah kelas 5 sd. Adik zaky yang trakhir yang bernama azka meninggal 1 tahun yang karena terkena penyakit demam berdarah, zakiy sebenarnya sangat terpukul karena kehilangan asiknya yang paling ia sayang, ia hampir tidak semangat menjalani hidupnya tapi berkat nasehat dari nenekny zaky menjadi semangat lagi. Dan berkat neneknya lah ia bisa menjadi anak yang dewasa dan mampu menjalani hidup walaupun banyak rintangan yang ia lalui. Suatu ketika zaky sedang menyebrang dengan sepeda di jalan yang lumayan ramai,waktu itu zaky pulang sekolah. “Brakk“ zaky tidak sengaja menabrak pria paruh baya “Maaf pak ndak sengaja” “iya nak gpp” Pria itu langsung minggir dan melihat zakiy yang sedang melanjutkan perjalanan, sesekali zaky melihat ke belakang dan orang itu masih melihat zaky. Zakiy merasa kenal dengan orang itu seperti ada hubungan batin, tapi entahlah. Setiap hari zakiy dan ahmad bekerja membantu neneknya mencari nafkah untuk biaya sekolah dan kebutuhan hidup. Kadang juga mereka dapat santunan dari orang-orang di sekitarnya, dan ada saja rizky yang ia dapat, mungkin karena ia anak yang rajin sholat dan selalu bersyukur tak pernah mengeluh. Zakiy mulai beranjak dewasa. Ia akan memasuki sekolah menengah atas (SMA). Berhari-hari zaky bingung gimana dapetin uang untuk mausk ke SMA. Tapi zaky mempunyai keyakinan yang kuat bahawa ia akan menjadi orang yang hebat yang ia impikan sejak ia masih duduk di kelas 3 sd. ”Gimanapun caranya aq harus bisa melanjutkan ke SMA dan akan menjadi orang yang hebat” ucap zaky dalam hati dengan memejamkan mata ketika ia akan tidur. Kurang 2 hari pendaftaran SMA Nusantara akan ditutup. Pak bisri guru smp zaky mempertanyakan tentang kesanggupannya melanjutkan ke smp, pak bisri sangat mendukung zaky untuk melanjutkan sekolah karena menurut pak bisri zaky adalah murid yang pintar dan semangat, ia menjadi murid kebanggaan pak bisri. Dan pak bisripun menyumbang 50 % pembayaran untuk masuk ke SMA Nusantara, tapi zaky masih kekurangan uang. “zakiy.. ini nenek ada rizky buat kamu daftar, daftar sekarang gih kburu di tutup” kata neneknya ketika zaky baru pulang kerja. “lho dapat dari mana nek kok banyak banget ??” Tanya zaky “dah lah, pokoknya ini rizky halal, cpet kmu berangkat daftar” “Iya nek” Dalam perjalanan zaky masih berfikir tentang nenek mendapat uang itu dari mana. 3 haripun berlalu akhirnya zaky di terima di SMA Nusantara dan mendapat peringkat ke 3 saat mengikuti tes. Zaky mengucapkan Alhamdulillah. Sejak saat itu neneknya mulai sakit-sakitan. “Nek ini zaky bawakan obat buat nenek, ayo diminum” zaky memberikan obat ketika neneknya berbaring di tempat tidur. “zaky..” “Ya nek” “Maavin nenek ya? “Lho kenapa nek, harusnya zaky yang minta maaf sama nenek, Karena zaky selalu ngerepotin nenek” Nenek tersenyum lemah “Jagain adik adikmu ya, buat dia jadi orang yang berguna’’ “insyaAllah nek, demi nenek yang udah ngerawat zaky dan adik. Ayo nek di minum dulu”. Dari berangkat sekolah zaky mulai merasakan sesuatu yang mengganjal di hati, entah itu apa. Pulang sekolah, dari kejauhan terlihat rumah zaky yang di kunjungi bnyak orang,zaky langsung berlari teringat dengan keadaan neneknya. Sampai di rumah zaky tak percaya apa yang sedang terjadi, zaky langsung tertunduk tak berdaya, ke dua adiknya yaitu aisyah dan ahmad menangis melihat neneknya yang pulang ke rohmatullah, neneknya tak dapat menemani mereka lagi, tak ada yang menemani bercerita, dan bercanda. “Yang sabar ya nak,” kata bu salamah, tetangganya yang paling dekat dan sering membantu keluarga zaky ketika sedang kesulitan. Seminggupun berlalu. Mereka ber3 menjalani hari tanpa neneknya, mereka merasa kesepian. Pulang sekolah zaky di panggil bu salamah untuk datang ke rumahnya. Zaky mungkin ini saatnya kamu harus mengerti Da apa bu? Saya kan dekat sama nenek kamu, nenek kamu kalau ada apa2 itu selalu cerita sama saya, sebenarnya nenek kamu itu menjual satu ginjalnya untuk biaya kamu masuk ke SMA Masyaallah, kata nenek kamu, biar kamu bisa jadi orang yang hebat, kan kamu selalu cerita sama sama nenek kalau kamu ingin jadi orang hebat tapi kenapa bu salamah tidak melarang, kan nenek sudah tua, kasihan nenek sudah tapi nenek kamu tetap bersikeras untuk menjual ginjalnya, katanya tak ada jalan lain, saya juga ndak tau kalau akhirnya nenek kamu jadi meninggal. Ini sudah menjadi takdir Allah nak. Kamu harus sabar aku ngerasa bersalah sama nenek ndak ada yang salah, yang penting kamu harus jadi orang yang hebat dan sukses agar ginjal nenek kamu tidak sia-sia nenekku benar benar pahlawanku makanya kamu harus rajin belajar agar nenek kamu juga senang iya bu, makasih zaky pulang dari rumah bu salamah, ia langsung bercerita kepada adik adiknya tentang apa yang di kabarkan bu salamah. Tanpa disadari mereka ber3 mengeluarkan air mata kemudian berpelukan. Mereka ber3 tetap menjalani hari-hari bersama. Untuk makanan ia selalu mendapat dari tetangganya. Dan untuk biaya sekolah juga mendapat bantuan dari tetangganya, zaky dan ahmad selalu peringkat pertama jadi mereka selalu mendapat beasiswa. Mereka ber2 juga tetap bekerja untuk memenuhii kebutuhan hidupnya. Hingga waktunya zaky melanjutkan melanjutkan kuliah. Ia mendapat beasiswa kuliah 4 tahun. Rasa syukur selalu ia panjatkan kepada Allah. Banyak prestasi yang ia dapatkan mulai dari olimpiade tingkat-tingkat kabupaten hingga tingkat jawa timur. Uang dari olimpiade itu selalu ia berikan untuk biaya sekolah adiknya. Sampai akhirnya dari usaha- usahanya ia bisa menjadi wali kota. Saat ia berjalan-jalan di luar kota ia melihat orang yang sangat tua yang mirip dengannya, kemudia orang itu berbincang-bincang dengan zaky hingga akhirnya zaky tau kalau itu adalah ayah kandungnya yang dulu telah meninggalkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar