Selasa, 20 November 2012
Pilkada DKI dengan Cara Demokrasi berjalan dengan baik.
Pilkada DKI dengan Cara Demokrasi berjalan dengan baik.
Calon gubernur Jokowi – Ahok menjelaskan program kerja yang sudah direncanakan bila mereka terpilih dalam putaran ke dua dalam pilgup yang diselenggarakan di Studio Metro Tv, Jakarta, Minggu (16/9)malam. Pasangan Jokowi-Ahok dan Foke-Nara melakukan putaran kedua denagn cara debat calon pilguppilkada DKI Jakarta, yang diselenggarakan hari Kamis (20/9).
Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi warga Indonesia bahwa demokrasi itu penting karena domokrasi menghasilkan keputusan yang terbaik dan cara jitu untuk menciptakan kerukunan. Dengan diadakannya debat calon pilgup bisa mengetahui mana calon pilgup yang berhak dipilih, dengan kemampuan debat public bisa mengetahui kelemahan dan kekurangan yang dimiliki pilgup.
“Catatan khususnya adalah Pemilu atau Pilkada itu adalah arena yang sah untuk berkompetensi dan berkontestasi” kata Juri, Sabtu (29/8).
Hal ini merupakan cara yang tepat untuk menjalankan demokrasi di Indonesia terutama di Jakarta, karena jika Pilgup tidak siap dari hati yang paling dalam untuk menjalankan amanat kepada public maka akan kelihatan ketidaksiapan tersebut dalam Perdebatan Pilgub.
“Akhir seluruh kompetensi itu adalah sikap yang gentle menerima baik menang maupun kalah,” sambung juri.
Sinergi yang dikatakan itu menjadi sinergi bagi Jakarta bahwa menang kalah tidak menjadi masalah, yang penting Jakarta bisa menjadi lebih tertata dengan baik. Dan hal ini juga menjadikan Jakarta menjadi prototype yang baik dalam pesta demokrasi yang sedang berjalan baik tingkat daerah maupun tingkat Nasional.
“Bahwa Kontestasi pada akhirnya ditentukan siapa yang meraih suara terbanyak, itu harus sama-sama diterima sebagai proses demokrasi,” jelasnya
Setela perdebatan itu berlangsung pemilihan tetap pada suara terbanyak bukan ditentukan oleh juri. Hal ini sangat baik dilakukan karena itu merupakan proses demokrasi yang harus ditentukan oleh kesepakatan bersama bukan salah satu pihak yang bersangkutan.
Menurut saya Jokowilah yang pantas menjadi Gubernur Jakarta karena Jokowi orang yang merakyat, hidup sederhana, dan sudah terbukti memimpin kota solo dengan sukses, dan ia memempin dengan cara bijaksana.
Sepengetahuan saya baru kali ini ada wakil gubernur yang mau membeli sepatu di tempat jalanan dan menyapa pedagang pedagang yang ada di situ. Dari kegiatan itu sangat terlihat sekali kesederhanaan yang dimiliki Jokwi
Sebelum ia berangkat mengabdikan diri ke Jakarta, ia pamit kepada warga solo dengan memberikan santunan kepada para lanjut usia dan anak kecil untuk memohon doa restu ke Jakarta agar bisa menuai kesuksesan. Banyak warga Solo yang menyayanggkan Jokowi ke Jakarta karena otomatis Wali kota di Solo diganti lagi
Selasa 20 Oktober 2012. Ketika saya mengikuti mata kuliah pengantar study islam oleh Bpk Sihabuddin, M. Pd. I M. Pd beliau bercerita tentang Jokowi, ternyata saya baru tahu kalau wakil dari Jokowi itu non islam. Tapi hal itu ternyata tidak menjadi masalah bagi masyarakat Jakarta, padahal Jakarta mayoritas beragama islam. Namun Roma Irama yang rencananya mau mencalonkan diri menjadi presiden sedikit ditertawakan oleh masyarakat, buktinya presenternya juga mewawancarai dengan sekikit tertawa yang sinis, padahal menurut pandangan pak Sihabuddin Roma Irama adalah seorang dai, raja dangdut, penceramah, kiyai, dan islamnyapun terpercaya. Berbeda dengan Jokowi ada yang bilang orang abangan. Apa yang terjadi dengan Roma Irama.
Menurut saya mungkin masyarakat tidak melihat dari keimanan seseorang dalam hal memimpin tapi masyarakat melihat keprofesional yang dimilikinya, agar bsa memimpin dengan sukses dan sejahtera
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
siip ... :D
BalasHapusweeeest ahok gt lho,,,,,,,
BalasHapus