Selasa, 02 Oktober 2012
PROYEK 4 TAHUN KEDEPAN
PROYEKKU
Nama saya Faizatun Nailis Sa’adah, lahir di sidoarjo 18 tahun yang lalu. Dalam tulisan ini saya akan mengungkap dan menggambarkan impianku di masa depan, memang Allah lah yang menentukan kedudukan kita di masa depan tapi jika kita tak mau bermimpi maka tidak akan tinggi kedudukan kita. Ada pepatah yang megatakan semua berawal dari mimpi, itulah salah satu pepatah yang menjadi inspirasiku yang membuat aku semangat dalam menerawang mimpi mimpiku. Waktu aku masih sekolah di TK cita-cita ku menjadi dokter tapi setelah aku tumbuah dewasa aku mulai mengerti kalau menjadi dokter itu bukan suatu hal yang mudah dan bukan hal yang murah, maka berubahlah cita-citaku. Sempat aku berkeinginan menjadi seorang presenter, penyiar , radio, karena ayahku sering tampil sebagai protokoler dan aku ingin mencontohnya. memang banyak yang aku inginkan tapi entahlah mungkin karena aku belum menemukan jati diri jadi masih bingung menentukan jadi apa aq besok. meskipun aku bukan orang yang pandai bicara tapi aku slalu berusaha untuk berani tampil di depan kelas dengan maksud untuk melatih diri sendiri, pada waktu masih duduk di Mts aq pernah aku membaca puisi di depan kelas dan aku mendapat nilai terbaik nomer 2 meskipun nomer 2 se kelas itu tetap menjadi suatu kebanggaan bagiku dan itu kebanggaan pertama yang aku dapat.
Aq melanjutkan sekolah menengah atas di MA NURUL HUDA kalanganyar sedati, di sekolah ini aq menjadi Osis sejak kelas 10, dari sinilah aq mulai berani tampil di depan umum untuk MC dan sambutan, berani mengahadapi orang yang mempunyai jabatan yang tinggi untuk menyampaikan proposal kepada direktur perusahaan-perusahaaan. aku berfikir kalau inilah salah satu tangga untuk mencapai impianku. Selain itu aku juga tetarik dengan pelajaran biologi karena dengan biologi aku bisa mengenal kehidupan yang di ciptakan Allah, maka dari itu aku bermaksud melnjutkan kuliah untuk memilih prodi pendidikan biologi di unesa. Berhubung aku mendapat peringkat 3 pada waktu masih di kelas 12 MA maka aku mendapat kesempatan untuk mendapatkan beasiswa bidik misi tapi harus lolos tes snmptn dulu. Tapi apalah daya aku tidak lolos tes snmptn. Akhirnya aku mendaftar SPMB IAIN sebelum mendaftar aku igin memilih jurusan komunikasi tapi ketika aku mau berangkat mendaftar ibuku melarangku untuk memilih jurusan itu, pada waktu itu aku tak tahu harus memilih apa. Tapi aku yakin Allah tidak tidur Allah pasti memberikan petunjuk, ketika di sodori brosur aku tertuju pada jurusan PGMI entah karena apa aku memilih jurusan itu, mungkin Allah sudah menunjukkan yang terbaik bagiku. Ternyata aku di terima di jurusan itu, awalnya aku merasa biasa-biasa saja karna sebenarnya aku ingin kuliah dengan jurusan biologi, dengan berjalannya waktu aku mulai bisa mensyukuri karena aku bisa merasakan kenyamanan di jurusan PGMI.
Kebetulah ayahku menjadi perangkat desa dan salah satu tugasnya ialah melayani pembuatan KTP sekaligus foto untuk KTP jadi aku juga biasa membantu memotret penduduk yang mau membuat KTP, dari sini aku mulai berfikir bahwa aku juga ingin menjadi fotografer. Aku akan membuat studio foto d rumah, ini adalah proyekku
Mulai dari kelas 9 Mts aku selalu menulis kisah cinta ku karena aku bukan anak yang suka curhat pada teman kalau tentang masalah cinta, aku lebih senang menuliskan di buku, hampir 2 buku yang terpakai untuk kisah cinta yang aku jalani, dari sini aku mulai mencoba untuk membuat novel dengan tema cinta, novel yang aku tulis sekarang sekarang masih setengah buku belum sempat unuk melanjutkan karena terpotong dengan waktu aku UNAS dan sekarang terpotong karena jadwal kuliah yang padat. Aku ingin segera menyelesaikan novel yang aku tulis. Targetku semester 2 aku sudah menyelesaikannya dan mulai proses untuk penerbitan. Ini proyekku. Novelku menjadi terkenal.
Pada waktu aku mengikuti oscaar (orientasi cinta almamater) di IAIN sunan ampel Surabaya, di situ aku diperkenalkan LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Solidaritas, aku sangat tetarik dengan lpm itu karena di dalam lpm solidaritas juga di ajari menjadi jurnalis yang isinya fotografer, penulis, layouter, dll, sangat berhubungan sekali dengan proyek yang telah aku sebutkan di atas. Jadi aku bergabung di lpm solidaritas, meskipun untuk bergabung di lpm solidaritas harus ada seleksi dengan cara membuat artikel bebas dan mempresentasikan artikel yang telah di buat, itu tak masalah bagiku karena itu adalah awal dari perjuanganku untuk menjadi fotografer dan penulis novel. Aku membuat artikel dengn tema lahan pertanian, sebelum presentasi artikel aku sudah merasa yakin kalau aku akan diterima, dan Alhamdulillah dengan keyakinan itu aku diterima di lpm solidaritas. Dari sini aku tambah bersyukur kepada Allah karena telah memberi jalan bagiku. Mungkin ini hikmah aku tidak diterima di unesa tapi aku diterima di IAIN. Sebenarnya juga ingin ikut UKM IQMA mc dan presenter yang di sediakan di IAIN tapi takut benturan waktu jadi aku relakan tadak ikut IQMA
Setelah lulus kuliah aku harus punya pengalaman baik itu pengalaman kerja atau yang lainnya, maka dari itu aku mempunyai rencana-rencana. Diantanya semester 1 dan 2 aku masih ingin aktif di jurnalis LPM solidaritas untuk berproses. Sebenarnya aku ingin bekerja tapi berhubung kuliahku berangkat pukul 05.30 pulang pukul 17.00 jadi tak ada waktu untuk bekerja dan aq merencanakan bekerja pada semester berikutnya karena jadwal kuliah tidak sepadat semester 1 dan 2. Aku berencana bekerja di restoran yang sederhana karena aku ingin merasakan suka duka mencari nafkah dan menapaki tangga kesuksesan, selain itu juga ada tawaran mengajar di TK pada hari sabtu. Semoga itu terwujud. Untuk semester 5,6,7 aku ingin bekerja di SBO TV atau JAWA POS sebagai editor atau presenter. Setelah lulus kuliah aku akan mengajar sebagai guru MI dan mengatur waktu untuk tetap bisa bekerja di SBO TV atau JAWA POS.. Alhamdulillah…. Itulah gambaranku di masa depan. Moto hidupku kesuksesan berawal dari perjuangan.. dan SEMANGAT . . . . . . !!!!!!
NAMA : FAIZATUN NAILIS SA'ADAH
JURUSAN PGMI
KELAS A
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar