Perkenalkan dirimu pada dunia dengan tulisanmu

Jumat, 21 September 2012

AYAM KELAPARAN DI LUBUNG PADI


Ayam Kelaparan di Lubung Padi
Oleh : Faizatun Nailis Sa’adah
Negara Indonesia terkenal dengan Negara agraris, yaitu Negara yang sebagian besar penduduknya mempunyai mata pencahrian bercocok tanam. Namun jika banyaknya lahan pertanian yang digunakan sebagai industri pabrik, perumahan, mall , dll dan para petani – petani kekurangan lahan untuk bercocok tanam apakah Negara ini tetap disebut Negara agraris?. Hal ini juga terjadi pada masyarakat petani kecil dalam artian lahan pertaniannya kecil ia lebih memilih menjual lahan sawahnya karena dirasa tidak memperolah keuntungan yang besar. Gimana jadinya jikalau semua petani berfikiran seperti itu?.
Luas lahan pertanian di Indonesia sekitar 13 juta hektar. Jika dibagi dengan jumlah petani pangan sebanyak 30 juta orang, maka perpetani hanya sebatas 0,3 hingga 0,4 hektar.
Adapun menurut saya ada beberapa faktor yang mempengaruhi berkurangnya lahan pertanian, diantaranya :
a.   Pembangunan Lahan Industri yang semakin padat.
Masyarakat berfikir bahwa pembangunan pabrik akan menurunkan angka pengangguran, hal itu memang benar. Tapi disebabkan tidak adanya lahan kosong untuk pembangunan pabrik jadi sebagian masyarakat berfikir bahwa lahan pertanian / sawah adalah lahan yang cocok untuk dibangunnya pabrik.
b.  Kurangnya Pengairan
Karena disebabkan bnyaknya pabrik - pabrik industri yang menghasilkan limbah yang kemudian bibuang di sungai menyebabkan air tersebut sudah terkontaminasi racun – racun dari limbah industri pabrik sehingga menyebabkan air yang digunakan untuk pengairan sawah menjadi terancam serta air yang sesuai untuk pengairan sawah menjadi berkurang. Dan hal itu yang menjadikan lahan sawah menjadi rusak karena kurangnya pengairan.
c.   Kepadatan penduduk.
Setiap orang pasti membutuhkan tempat tinggal, karena semakin banyak penduduk semakin bertambah pula lahan yang digunakan untuk bertempat tinggal. Setiap orang lebih suka bertempat tinggal di lahan yang yang subur karena mudah untuk ditanami sesuai apa yang diinginkan seperti tanaman obat- obatan dan sayur – sayuran yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari – hari. Untuk mendapatkan lahan yang seperti itu biasanya seseorang menggunakan lahan pertanian, dan hal itu yang membuat semakin maraknya perumahan – perumahan yang dibangun dilahan persawahan.
Hal tersebut  seharusnya perlu adanya perhatian dari pemerintah agar berkurangnya lahan pertanian tidak bertambah banyak, meskipun hal tersebut belum terlihat dampaknya tapi untuk dimasa depan akan terlihat yaitu menyebabkan kekurangan bahan pangan, impor bahan pangan ke Negara lain akan dilakukan dan hal itu sangat merugikan bagi Negara Indonesia. Kesadaran dari masyarakat mengenai hal itu masih kurang.
Selain faktor yang disebutkan tadi ada juga factor yang lebih dominan yaitu ke egoisan dari pihak tertentu, ada salah satu pihak yang hanya mementingkan materi saja tanpa memikirkan kesejahteraan, seperti contoh lahan sawah yang dijadikan babrik, pihak tertentu berfikir bahwa pembangunan pabrik menghasilkan keuntugan yang sangat besar meskipun dengan menghilangkan lahan sawah, jika dipikirkan kembali tentunya hal itu kurang tepat karena sawah juga meghasilkan keuntungan yang lebih dari itu jika dikelola dengan baik.
“Makan nasi tapi menjual bubur” itulah kalimat yang menggambarkan orang yang tak mau bekerja keras tapi ingin menghasilkan hasil yang memuaskan, dan mungkin hal itu banyak dialami oleh masyarakat indonesia. Seperti contoh : orang yang tidak mau mengelola sawah miliknya karena tidak mau bersusah – susah dan lebih memilih bekerja di perusahaan, padahal penghasilan dari persawahan jika sudah panen menghasilkan keuntungan yang cukup besar dibandingkan bekerja di perusahaan.
Bagaikan ayam kelaparan dilubung padi jikalau masyarakat  di Negara Indonesia ini kekurangan bahan pangan padahal pada dasarnya Negara Indonesia adalah Negara yang kaya akan hal itu. Menurut sepengetahuan saya Negara Indonesia lebih banyak impor bahan pangan dari luar negri dan petani bahan pangan seperti rempah-rempah, beras, cabai kedelai dll mulai khawatir akan hal itu, petani bahan pangan mulai merasa masyarakat Indonesia mulai tidak menghargai hasil yang diperoleh di negaranya, lebih senang produk luar negri dari pada produk dalam negri, padahal hal itu sangat merugikan bagi masyarakai itu sendiri tapi menguntungkan bagi Negara lain.
Kata terakhir dari saya Semoga Negara Indonesia tetap menjadi Negara yang gemah ripah loh jinawi selamanya.   Sekian dari saya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar